Rabu, 21 Juni 2023

GOLDEN CIRCLE, LEAN & BUSINESS MODEL CANVAS (L-BMC)


Technopreneur

- Ringkasan Golden Circle -


Dalam konteks video tersebut, Golden Circle merujuk pada sebuah konsep yang dikembangkan oleh Simon Sinek dalam bukunya yang berjudul "Start with Why". Konsep Golden Circle ini terdiri dari tiga lingkaran yaitu "What" (Apa), "How" (Bagaimana), dan "Why" (Mengapa). Pada umumnya, banyak orang dan organisasi memulai dengan menjelaskan "Apa" yang mereka lakukan, diikuti dengan penjelasan tentang "Bagaimana" mereka melakukannya. Namun, konsep Golden Circle menekankan pentingnya memulai dengan "Mengapa" mereka melakukannya. Dalam video tersebut, pemilik rekaman menjelaskan bahwa guru-guru di sekolah fokus pada "Apa" dan "Bagaimana" membaca, tetapi tidak memberikan penjelasan yang memadai mengenai "Mengapa" membaca itu penting. Sebaliknya, para mentor sukses yang menginspirasi pemilik rekaman menghubungkan membaca dengan tujuan pribadi, kesuksesan hubungan, dan kesuksesan bisnis. Mereka memulai dengan "Mengapa" dan menjelaskan bagaimana membaca dapat membantu mencapai tujuan tersebut. Dengan menggunakan konsep Golden Circle, video tersebut menggarisbawahi pentingnya memulai dengan "Mengapa" dalam menginspirasi tindakan dan komunikasi yang efektif, baik dalam membaca maupun dalam menjual produk atau ide kepada orang lain.

Golden Circle adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Simon Sinek dalam bukunya "Start with Why". Konsep ini mengilustrasikan tiga lingkaran yaitu "What" (Apa), "How" (Bagaimana), dan "Why" (Mengapa). Setiap lingkaran mewakili elemen penting dalam komunikasi dan kepemimpinan.

  • "What" (Apa): Ini adalah lingkaran terluar yang mewakili apa yang kita lakukan secara konkret. Ini mencakup produk atau layanan yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan atau tujuan dan tugas yang dilakukan oleh individu.

  • "How" (Bagaimana): Lingkaran kedua menjelaskan bagaimana kita melakukan apa yang kita lakukan. Ini mencakup metode, proses, dan taktik yang digunakan untuk mencapai tujuan atau menyampaikan produk atau layanan.

  • "Why" (Mengapa): Ini adalah inti dari Golden Circle. Lingkaran terdalam ini mencerminkan alasan, nilai, dan tujuan yang mendasari apa yang kita lakukan. Mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan adalah motivasi dan tujuan yang lebih dalam yang memberikan makna dan inspirasi.

Penerapan Golden Circle melibatkan memulai dengan "Why" dan kemudian bergerak ke "How" dan "What". Pendekatan ini membantu seseorang atau organisasi untuk lebih efektif berkomunikasi, menginspirasi orang lain, dan mempengaruhi tindakan mereka. Dalam konteks kepemimpinan, mengkomunikasikan "Why" dengan jelas dapat membantu memotivasi dan mempengaruhi orang lain.

Contoh Studi Kasus Penggunaan Golden Circle:

Sebagai contoh, perusahaan teknologi Apple menggunakan Golden Circle dalam strategi pemasaran mereka.
  • "Why": Apple berkomitmen untuk mengubah dunia dengan menghadirkan produk inovatif yang mendobrak konvensi dan memberikan pengalaman yang luar biasa bagi penggunanya. Mereka percaya bahwa teknologi harus sederhana, elegan, dan mudah digunakan.
  • "How": Apple mencapai visi mereka dengan menggabungkan desain yang indah, antarmuka yang intuitif, dan integrasi yang mulus antara perangkat dan perangkat lunak mereka.
  • "What": Apple menawarkan berbagai produk seperti iPhone, MacBook, dan iPad, dengan fitur-fitur canggih yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
Dengan memulai dengan "Why" yang kuat, Apple berhasil menciptakan fanbase yang loyal dan menginspirasi orang-orang untuk membeli produk mereka tidak hanya karena spesifikasi teknisnya, tetapi juga karena mereka membeli dalam visi dan nilai-nilai yang Apple perjuangkan.

Studi kasus tersebut menggambarkan bagaimana Golden Circle membantu dalam membangun merek yang kuat dan mempengaruhi perilaku konsumen. Dengan menyoroti "Why" mereka, perusahaan dapat menghubungkan secara emosional dengan audiens mereka dan membedakan diri dari pesaing di pasar.

- Ringkasan Lean Canvas Model -




Video tersebut menjelaskan penggunaan Lean Canvas untuk merancang bisnis restoran vegan di area Puzzler. Pelanggan target adalah vegan berusia 25-35 tahun dengan penghasilan tinggi. Gagasan bisnis ini mencoba memecahkan masalah kurangnya restoran vegan di area tersebut. Solusinya adalah membuka restoran vegan dengan makanan berkualitas tinggi, lokasi strategis, dan layanan cepat. Saluran pemasaran yang dipilih adalah iklan luar ruangan dan grup Facebook, dengan fokus pada rekomendasi dari mulut ke mulut. Metrik yang digunakan untuk mengukur kesuksesan bisnis termasuk jumlah pelanggan yang kembali, kualitas makanan, dan waktu pelayanan. Estimasi biaya dan pendapatan awal dilakukan untuk menghitung biaya perolehan pelanggan dan nilai seumur hidup pelanggan. Validitas Lean Canvas akan diuji melalui tes Minimum Viable Product (MVP).

Lean Canvas Model adalah sebuah alat yang digunakan dalam pengembangan bisnis dan perencanaan strategis. Model ini dibuat oleh Ash Maurya dan digunakan untuk menggantikan Business Model Canvas. Lean Canvas menyediakan kerangka kerja yang sederhana namun komprehensif untuk merancang, menguji, dan mengubah model bisnis dengan cepat.

Penerapan Lean Canvas dimulai dengan mengidentifikasi sembilan elemen kunci dalam bisnis, yaitu Segmen Pelanggan (Customer Segments), Masalah (Problem), Solusi (Solution), Proposisi Nilai Unik (Unique Value Proposition), Saluran (Channels), Sumber Pendapatan (Revenue Streams), Sumber Biaya (Cost Structure), Aktivitas Kunci (Key Activities), dan Sumber Daya Kunci (Key Resources).

Setiap elemen ini diisi dengan informasi yang relevan dan berguna untuk menggambarkan bagaimana bisnis akan beroperasi dan memberikan nilai kepada pelanggan. Dalam penerapannya, Lean Canvas mempromosikan sikap yang adaptif dan fleksibel, dengan fokus pada pengujian ide-ide melalui Minimum Viable Product (MVP) dan iterasi berkelanjutan.

Contoh studi kasus penggunaan Lean Canvas Model adalah sebagai berikut:

Misalkan ada seorang wirausaha yang memiliki gagasan untuk memulai bisnis penyedia layanan antar makanan siap saji. Mereka dapat menggunakan Lean Canvas Model untuk merencanakan dan mengembangkan model bisnisnya.

  • Segmen Pelanggan: Pekerja kantoran sibuk yang ingin makanan siap saji yang nyaman dan berkualitas.
  • Masalah: Pekerja kantoran memiliki sedikit waktu untuk makan siang dan sulit menemukan makanan yang sehat dan enak.
  • Solusi: Menyediakan makanan siap saji dengan variasi menu sehat dan lezat.\
  • Proposisi Nilai Unik: Makanan siap saji yang cepat, sehat, dan berkualitas tinggi dengan pilihan menu yang beragam.
  • Saluran: Aplikasi pemesanan online, situs web, dan mitra pengiriman.
  • Sumber Pendapatan: Pendapatan dari penjualan makanan siap saji dan biaya pengiriman.
  • Sumber Biaya: Biaya bahan baku, biaya produksi, biaya pengiriman, dan biaya pemasaran.
  • Aktivitas Kunci: Mempersiapkan makanan, mengatur logistik pengiriman, mengelola inventaris, dan memasarkan bisnis.
  • Sumber Daya Kunci: Dapur, staf koki, armada pengiriman, dan platform pemesanan online.
Dengan menggunakan Lean Canvas Model, wirausaha tersebut dapat menggambarkan secara jelas bagaimana bisnisnya akan beroperasi, merencanakan strategi pemasaran yang sesuai, dan mengidentifikasi aspek yang perlu diuji dan dioptimalkan melalui MVP untuk mencapai kesuksesan bisnis yang lebih baik.

- Ringkasan Bussines Model Canvas -




Business Model Canvas adalah alat visual untuk mengembangkan model bisnis dengan sembilan blok dasar yang mencakup segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, kegiatan kunci, aliran pendapatan, sumber daya kunci, kemitraan kunci, dan biaya. Alat ini membantu organisasi dalam mengidentifikasi pelanggan, nilai yang ditawarkan, kegiatan penting, sumber daya yang diperlukan, dan kerjasama dengan pihak lain. Dengan Business Model Canvas, organisasi dapat memahami bagaimana bisnis mereka menciptakan dan memberikan nilai secara komprehensif.

Business Model Canvas (BMC) adalah sebuah alat manajemen strategis yang digunakan untuk menggambarkan dan mengembangkan model bisnis sebuah organisasi. BMC terdiri dari sembilan blok dasar yang mencakup elemen kunci dalam suatu bisnis, seperti segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, sumber daya kunci, kegiatan kunci, aliran pendapatan, kemitraan kunci, dan struktur biaya.

Penerapan BMC dimulai dengan mengisi setiap blok dengan informasi yang relevan terkait dengan model bisnis yang ada atau yang diusulkan. Tim atau individu yang menggunakan BMC akan secara visual memetakan elemen-elemen bisnis secara holistik dan memahami bagaimana setiap blok saling berinteraksi. BMC membantu dalam mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam model bisnis, serta merangsang pemikiran kreatif untuk inovasi dan perbaikan.

Contoh Studi Kasus Penggunaan Business Canvas Model adalah:

Perusahaan teknologi X sedang merencanakan peluncuran produk baru. Mereka menggunakan BMC untuk menggambarkan model bisnis produk tersebut. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan blok dalam BMC:

  • Segmen Pelanggan: Mereka mengidentifikasi segmen pelanggan utama, seperti perusahaan kecil dan menengah, serta individu profesional.

  • Proposisi Nilai: Mereka menentukan nilai produk baru mereka, seperti kemudahan penggunaan, kinerja tinggi, dan fitur inovatif yang membedakannya dari pesaing.

  • Saluran Distribusi: Mereka merencanakan untuk menjual produk melalui platform online mereka sendiri dan melalui mitra ritel.

  • Hubungan Pelanggan: Mereka berencana untuk memberikan dukungan pelanggan yang personal melalui tim layanan pelanggan yang didedikasikan dan membangun komunitas pengguna aktif untuk berbagi pengalaman.

  • Sumber Daya Kunci: Mereka mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan, seperti tim pengembangan produk, infrastruktur teknologi, dan modal untuk pemasaran.

  • Kegiatan Kunci: Mereka menetapkan kegiatan utama yang diperlukan, seperti penelitian dan pengembangan produk, produksi, pemasaran, dan dukungan pelanggan.

  • Aliran Pendapatan: Mereka merencanakan pendapatan dari penjualan langsung produk dan langganan berbasis bulanan untuk fitur premium.

  • Kemitraan Kunci: Mereka menjalin kemitraan dengan penyedia logistik untuk pengiriman produk, serta menggandeng mitra teknologi untuk integrasi dan pengembangan fitur tambahan.

  • Struktur Biaya: Mereka menghitung biaya produksi, biaya pemasaran, dan biaya dukungan pelanggan untuk menentukan struktur biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dengan sukses.

Dengan menggunakan BMC, perusahaan teknologi X mendapatkan gambaran yang jelas tentang model bisnis produk baru mereka, mengidentifikasi area yang perlu diperkuat, dan merencanakan strategi pengembangan yang lebih efektif.



Kamis, 08 Juni 2023

UTS TEKNOPRENEUR-PERSONAL SELLING-Arcadius Obaja Naarie

 

LOGBOOK TECHNOPRENEUR


Nama Mahasiswa              : Arcadius Obaja Naarie
Nomor Induk Mahasiswa   : 1204200015
Produk / Jasa yang di jual  : Jasa Desain Grafis

CAPAIAN KELOMPOK

TARGET OMSET

REALISASI REVENUE

LINK BUKTI EVIDENCE

Closing

Transaksi

Individu

Kelompok

Individu

Kelompok

3 of 4

9

200.000 

850.000 

 30.000

255.000 

https://drive.google.com/drive/u/1/folders/1t69cO1MSS4AnXiZLmCNp3ePePOXQkKFG 

 



Link Video :

Rabu, 10 Mei 2023

Rancangan Personal Selling

Technopreneur - Personal Selling



Hai saya Arcadius Obaja, dan saya adalah seorang Desainer grafis dan Video Maker.

Tawaran untuk anda : 

Saya akan menawarkan penjualan saya dalam bentuk jasa berupa jasa membuat logo, poster, banner, dan hal-hal berkaitan dengan desain serta hal-hal berkaitan dengan video. 

Penawaran special untuk kalian yang memesan jasa desain, harga sudah termasuk biaya cetak jadi kalian tidak perlu repot-repot mencetak. 

dan berikut portofolio saya :



untuk lebih lengkap bisa check di, Instagram saya

Target Income dari hasil penjualan: 

Dengan sebatas pengetahuan saya dan juga portofolio saya sebagai seorang Desainer Grafis dan Video Maker, saya mematok harga mulai dari : 

Pembuatan Logo :  Rp 50.000,- 
Pembuatan Desain lain-lain mulai dari Rp 30.000,- (hanya untuk jasa pembuatan)
Pembuatan Script Video : Rp 20.000,-
Editing Video mulai dari Rp 20.000,- 

dari penawaran harga diatas kemungkinan income yang saya dapat berkisar di Rp 200.000,- saja

Rencana Usaha :

Mulai dari konsep usaha bersifat OBRJ (Order Bayar Revisi Jadi) yang akan saya jabarkan dibawah ini : 

Order : Order melalui pesan teks whatsapp lalu akan dilakukan diskusi untuk konsep dan rancangan dari jasa yang dipesan karena rancangan menentukan harga dari pemesanan

Bayar : Setelah deal dari rancangan konsep, sebelum ke proses eksekusi diharapkan melakukan pembayaran terlebih dahulu 

Jadi  : pemesan sudah dapat memakai desain yang sudah dibuat jika ada kurang kepuasan dengan hasil jadi dapat di revisi tanpa tambahan biaya

untuk proses marketing akan saya lakukan lewat media online, saya akan menyebarkan poster-poster dan juga membuat sebuah video untuk menawarkan jasa saya 

berkaitan dengan harga-harga yang sudah saya jabarkan diatas, harga tersebut merupakan harga yang saya patok menimbang kemampuan, portofolio, waktu, ide, dan juga tools serta gear yang saya gunakan. 

  


Selasa, 11 April 2023

Mindset & Jiwa Technopreneur



1. Technopreneur

If you just work on stuff that you like and you’re passionate about, you don’t have to have a master plan with how things will play out.- Mark Zuckerberg (Facebook Founder)

Technopreneur gabungan dari kata Technology & Enterpreneur, dimana Technology sendiri merupakan pengaplikasian dari ilmu pengetahuan sedangkan Entrepreneur sendiri merupakan adalah yang mewujudkan adanya Technology. 

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, Technology ada karena Enterpreneur dan dua hal tersebut saling berkaitan. 

Untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa melihat video dibawah : 



Sandiaga Uno pernah berkata Entrepreneurship itu bukan profesi tapi Entrepreneurship itu adalah Mindset, untuk lebih jelasnya bisa melihat video dibawah ini :


2. Seorang Technopreneur 

Berikut adalah contoh-contoh orang-orang yang mampu mendirikan sebuah startup dan memiliki jiwa Technopreneur sejati: 

1. Larry Page & Sergey Brin, Penguasa Internet



Dua orang yang merubah dunia, para founder Google yang sekarang menjadi perusahaan dibidang teknologi terbesar di dunia. 

Keduanya masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Kekayaan bersih Larry Page dan Sergey Brin juga sangat besar.

Walau mereka merupakah Founder dari Google, Keduanya sudah meninggalkan Google sejak tahun 2019. Larry Page dan Sergey Brin akhirnya memutuskan untuk mengambil alih Alphabet, induk perusahaan Google dan sejumlah perusahaan besar lainnya. 


2. Arie Je, Anak muda visioner 



Arie Je merupakan founder dari Froyonion sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kreatif, dimana perusahaan Foryonion banyak memberi motivasi-motivasi bahwa Anak muda harus kreatif. 

Arie je juga seorang professional lovillustrator dan baru-baru ini udah nerbitin buku Keset Kusut.

Sebagai orang yang bergerak di industri kreatif, Arie je tidak pernah habis ide untuk membuat video-video yang memberikan gerakan kreatifitas abstrak anak muda.

Apa kreativitas bisa menyelesaikan perang, di mana bahkan uang yang sejatinya hanya kertas hasil cetakan beda negara tidak mampu menyelesaikannya - Arie Je 

Arie sendiri bilang kalo kreatif itu ketika kita mampu menanggapi masalah dengan sebuah jalan keluar atau kata lainnya, kreatif itu bisa bikin solusi.


3. Masalah Lingkungan Sekitar 

Permasalahan seorang Technopreneur disekitar saya adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat dan persaingan yang ketat. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin detik bertambah Teknologi semakin berkembang disinilah banyak permasalahan seorang enterpreneurship untuk menyesuaikan perkembangan tersebut. Dilain sisi perkembangan, persaingan pun juga tidak dapat dihindari dimana jika seorang enterpreneurship tidak segera menyesuaikan diri dengan teknologi tersebut maka persaingannya akan jauh lebih sulit.

Manusia modern akan selalu menjadi manusia yang bergantung dengan teknologi. Tetapi manusia yang bersikap sederhana dan produktif, akan menjadi orang yang mudah dan berhasil. - Baro Indra

4. Mindset untuk pemecah masalah 


Sebagai seorang yang memiliki mindset Technopreneur permasalahan diatas bukan lah hambatan yang serius, dimana permasalahan tersebut bisa dikaji dan bisa ditemukan jalan keluar nya jika kita ingin membuat sebuah usaha. 

  • Kreatif dan inovatif:

Seorang technopreneur harus memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk atau jasa teknologi.

  • Berani mengambil resiko:

Seorang techno entrepreneur harus berani mengambil resiko dan berani mencoba hal baru dalam teknologi. Mereka harus percaya pada visi mereka dan bersedia mengambil tanggung jawab atas keputusan mereka.

  • Fokus pada solusi:

Seorang technopreneur harus fokus pada solusi, bukan hanya pada produk atau layanan teknologi yang mereka kembangkan. Mereka perlu menemukan cara untuk memecahkan masalah yang dialami pengguna dengan teknologi yang mereka kembangkan.

  • Keterampilan teknis:

Seorang technopreneur harus memiliki keterampilan teknologi dan memahami perkembangan terbaru dalam industri teknologi.

  • Personalisasi:

Pengusaha teknologi harus selalu berpusat pada pelanggan dan memahami kebutuhan dan keinginan mereka saat mengembangkan produk atau layanan teknologi.

  • Jaga semangat pantang menyerah:

Seorang technopreneur harus memiliki semangat dan keinginan yang kuat untuk terus    belajar, mengembangkan dan meningkatkan produk atau layanan teknologi yang dikembangkannya.

Dengan menerapkan mindset diatas, perkembangan teknologi dan persaingan yang ketat dapat dilawan dengan mudah.

5. Bidang Kreatif harus berkembang


Jika berbicara soal Startup yang ingin saya rintis karena saya sendiri memiliki kemampuan untuk terjun ke industri kreatif saya ingin membuat sebuah Startup seperti Froyonion yang sejalan dengan minat dan bakat saya.

Membuat startup dengan nama "O-Kreativition" yang bergerak di industri Kreatif seperti konten kreator, desain, videography, fotography bahkan keranah Web Developer. 

dimana saya ingin membuat startup yang bisa mengembangkan minat dan bakat anak-anak muda yang bergerak dibidang yang sama dan mengenalkan Indonesia, bahwa Indonesia adalah negara yang bukan hanya kaya akan Seni Tradisional namun juga dengan Seni Digital nya.

Walau sekarang dunia sudah bertebaran dengan konsep AI , saya memiliki mimpi untuk mengatakan bahwa manusia jauh lebih jenius daripada AI.





Senin, 11 Oktober 2021

Permasalahan Sistem Informasi Akutansi dalam Perusahaa

 Permasalahan Sistem Informasi Akuntansi dalam Perusahaan



   Disusun Oleh Arcadius Obaja Naarie (1204200015)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

1. Pendahuluan 

Pengertian

Sitem Informasi Akuntansi adalah sistem yang dirancang untuk mengumpulkan dan menampilkan informasi akuntansi sehingga akuntan dan eksekutif perusahaan dapat membuat keputusan yang tepat.

Sistem ini sebagian besar berbasis perangkat lunak dan dapat diterapkan sebagai bagian dari solusi teknologi informasi perusahaan.

Sistem Informasi Akuntansi sangat penting untuk sebuah perusahaan karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. 




Fungsi 

1. Tranparansi dalam Pengumpulan Data Bisnis
Sistem Informasi Akuntansi berperan sebagai media atau wadah untuk mengumpulkan dan menyimpan berbagai informasi berupa data berkaitan dengan bisnis perusahaan. 

2. Sebagai Sistem Kengambilan Keputusan yang Komprehensif
Sistem Informasi Akuntansi berperan sebagai penyedia keuangan yang mana menjadi dasar pertimbanga dalam mengambil sebuah keputusan.

3. Membangun Sistem Pengendalian Internal yang Sistematis
Sistem Informasi Akuntansi berperan menciptakan sistem pengendalian internal yang memadai dan sesuai dengan prosedur perusahaan.

2. Permasalahan Dalam Perusahaan 

Studi Kasus pada PT. Astra Internasional 

1. Sistem Penjualan PT. Astra Internasional- Daihatsu Sales Operation 

Sistem penjualan yang dilakukan oleh PT Astra Internasional -Daihatsu Sale Operation adalah sistem penjualan Tunai dan Kredit akan tetapi karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan pusat , maka sistem penjualan yang paling banyak dilakukan adalah melalui sistem penjualan kredit ke dealer, Fleet User (perusahan), Pemerintah. Untuk penjualan kredit perusahaan ini bekerja sama dengan ACC dan bank, tujuan nya tak lain untuk mengurangi resiko yang cukup tinggi seperti piutang yang tak tertagih. Untuk penjualan dealer yang bekerja sama dengan bank disebut dengan program dealer financing.

2. Peranan SISTEM INFORMASI AKUNTANSI terhadap Peningkatan Efektifitas Pelaksanaan Pengendalian Intern Penjualan

PT Astra International- Daihatsu Sales Operation  telah memiliki sistem informasi akuntansi penjualan yang sangat baik dan memadai, hal ini tercermin dari kemampuan Perusahaan tesebut dalam menciptakan : 

- Efektifitas dalam pelaksanaan pengendalian intern penjualannya.

Kemampuan PT Astra International- Daihatsu Sales Operation  untuk menciptakan efektifitas dalam pelaksanaan pengendalian intern ini didukung dengan digunakannya sistem informasi akuntansi yang sudah terkomputerisasi dan bersifat online  disamping itu pula menggunakan fasilitas internet dalam setiap kegiatan operasionalnya. dengan tersedianya sistem informasi akuntansi yang terkomputerisasi dan bersifat online serta fasilitas internet ini, telah memberi kemudahan bagi setiap karyawan PT.Astra International-Daihatsu Sales Operation di dalam melakukan komunikasi dan mendapatkan informasi dari cabang-cabangnya (efektifitas dalam melakukan komunikasi dan memperoleh informasi), misalnya saja dalam melakukan perpindahan unit secara sistem ke cabang-cabangnya (Cetak IRIS) PT. Astra International-Daihatsu Sales Operation pusat menggunakan fasilitas internet yaitu melalui e-mail mengirimkan informasi bahwa telah dilakukan pengiriman unit ke cabang.

- Efektifitas dalam melakukan kegiatan operasionalnya. 

Karena di dalam setiap bagian tidak terdiri atas satu personil saja, tetapi terdiri atas beberapa personil sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat tanpa ada terjadinya penumpukan pekerjaan dan dapat menghindari tindakan kecurangan (menjaga integritas dari para karyawan). Dari hal diatas dapat dikatakan bahwa sistem informasi akuntansi penjualan yang dimiliki oleh PT. Astra International-Daihatsu Sales Operation mampu meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengendalian intern yang mencakup unsur : lingkungan pengendalian, penaksiran resiko, aktivitas pengendalian, komunikasi dan informasi serta pemantauan.


Pada akhirnya dengan sistem informasi akuntansi yang baik dan memadai maka tujuan dari sistem informasi akuntansi akan dapat tercapai. Dimana tujuan dari Sistem informasi akuntansi adalah : 

1. Untuk mendukung manajemen dalam mengambil keputusan, apabila tidak adanya sistem informasi akuntansi maka akan sulit untuk membuat manajemen yang memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.

2. Untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan hari perhari, jika tidak adanya sistem informasi akuntansi maka terjadi kurangnya kefektifan dan kefisienan dalam personil, dan kemungkinan akan terjadinya kesalahan data apalagi perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang sangat besar. 

3. Daftar Pustaka 

H. Moermahadi, Yonathan. 2007. "Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dalam Efektivitas Pelaksanaan Pengendalian Intern Penjualan", KATA PENGANTAR (researchgate.net), diakses pada 11 Oktober 2021, 15.16 

Sujud. 2014. "Sistem Informasi Akuntansi pada Toko Buku Kinokuniya", Sujud Ganda Saputra: Sistem Informasi Akuntansi pada Contoh Kasus Toko Buku Kinokuniya, diakses pada 11 oktober 2021, 15.00


 




    

Minggu, 10 Oktober 2021

Pengenalan Pemrograman Berbasis Objek

 1. Pengenalan JAVA 



Mengapa Harus Java??


1. Pemrograman berorientasi objek yang sederhana dan familiar
2. Arsitektur netral (platform independen)
3. Open Source
4. Peringkat ketiga dalam Indeks TIOBE (September 2021)
5. Bahasa pemrograman standar De-Facto dalam pendidikan

Apa itu Bahasa Pemrograman ?? 




Komputer bekerja seperti switching dan hanya mengenal 0 dan 1, karena manusia tidak paham ataupun berbicara menggunakan bahasa 0 dan 1, perlu adanya bahasa pemrograman sebagai perantara percakapan antara manusia dan komputer.

Bahasa pemrograman diubaha kedalam bahasa yang dipahami oleh komputer dengan menggunakan Interpreter atau Compiler.

-> Compiler 

Mengkompilasi source code menjadi bentuk file yang bisa dieksekusi 

->Interpreter

Mengkompilasi dan menjalankan source code secara langsung


Cara kerja Compiler dan Interpreter


Bahasa Java 


Bahasa Java merupakan salah satu dari Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi.

 Paradigma Pemrograman 

Sudut pandang dan style pemrograman berhubungan dengan bagaimana sebuah masalah diformulasikan dalam bahasa pemrograman. 

-> Funtional Programming : Urutan fungsi secara sekuensial ( Scheme, Lisp )
-> Procedural Programming : Pemecahan masalah berdasarkan prosedural kerja yang terkumpul dalam unit pemrograman bernama fungsi ( C, Pascal )
-> Object- Oriented Programming : Koleksi object yang saling berinteraksi. Class adalah unit pemrograman ( Java, C#, C++ )

2. Java Development Tools 

-> JDK

sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan proses kompilasi dari kode java ke bytecode yang dapat dimengerti dan dapat dijalankan oleh JRE (Java Runtime Envirotment). JDK wajib terinstall pada komputer yang akan melakukan proses pembuatan aplikasi berbasis java, namun tidak wajib terinstall di komputer yang akan menjalankan aplikasi yang dibangun dengan java. 

-> JRE (Java Runtime Envirotment )

sebuah paket aplikasi yang berisi JVM (Java Virtual Machine) serta beberapa library kode program tambahan yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi Java.

-> JVM ( Java Virtual Machine ) 

mesin yang menyediakan lingkungan runtime untuk menjalankan kode dalam aplikasi Java. Mesin ini mengubah bytecode Java menjadi bahasa mesin.


> Compiler (interpreter) > JDK = Java Standard Edition (JSE)
> Text Editor  = Textpad, Notepad++, Sublime Text, dsb
> Integrated Development Environment  (IDE) = Neatbeans, Eclipse, Jcreator, Visual Studio Code, IntellijIDEA, dsb

3. Contoh Aplikasi JAVA 

Web-Based Applications

Java menyediakan keamanan tinggi dan pengkodean sederhana, dua elemen yang menarik pengembang aplikasi web. Servlets, Struts, dan JSP memberikan dukungan efektif untuk aplikasi web dan menawarkan potensi untuk mengembangkan program apa pun yang dibutuhkan. Selain itu, platform e-niaga sumber terbuka seperti Broadleaf membuat perancangan aplikasi e-niaga menjadi tugas yang sederhana.


contoh : 

TWITTER



Twitter sangat bergantung pada perangkata lunak sumber terbuka. Antarmuka WebTwitter menggunakan kerangka kerja Ruby On Rails, dan peningkat kinerja Ruby Enterprise Edition milik Ruby. Pada awal pengoperasian Twitter, kicauan pengguna disimpan dalam basis data MYSQL, yang dibagi menurut waktu pemostingan. Namun, penyimpanan pada MySQL ini menimbulkan masalah dalam membaca ataupun menulis di Twitter, dan perusahaan lalu memutuskan untuk merombak sistem.Pada 6 April 2011, para teknisi di Twitter menyatakan bahwa mereka telah beralih dari Ruby on Rails ke server Java yang mereka sebut Blender.


Minggu, 04 April 2021

CASE 1.2 Real-World Case

 REAL-WORLD CASE

Rolls Royce’s ERP Implementation


Rolls Royce (RR) adalah perusahaan global dengan beberapa divisi di lebih dari 14 negara.
Ini beroperasi di empat pasar global: dirgantara sipil, dirgantara pertahanan, kelautan, dan energi
Pada tahun 1996, Rolls Royce mengalihkan 90 persen dari fungsi IT-nya ke kontraktor yang dipanggil
Electronic Data Services (EDS), artinya EDS bertanggung jawab untuk mengawasi
struktur TI yang ada serta memberikan solusi TI yang memadai untuk kemakmuran masa depan
perusahaan.10 RR menggunakan lebih dari 1.500 sistem lama (mainframe) yang tidak akurat,
mahal untuk dioperasikan, dan sulit dirawat.
Kebutuhan akan sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) telah dicatat akhir-akhir ini
1990-an di RR untuk menangani volume data yang diproduksi dan diproses dari yang baru
akuisisi dan pertumbuhan keseluruhan yang dialami oleh perusahaan. Pada 2001, RR memutuskan itu
SAP / R3, platform ERP yang terdiri dari 12 modul fungsional, akan diimplementasikan di
divisi kedirgantaraannya. Ada banyak tantangan yang harus diatasi oleh RR
agar implementasi berhasil terjadi.
Untuk mengatasi tantangan yang dihadirkan, RR harus memiliki tim IT yang hebat
dengan strategi implementasi yang layak. Proyek ERP terdiri dari tim manajemen
spesialis dari EDS yang kemudian mempekerjakan konsultan SAP untuk menyediakan teknis khusus
membantu penerapannya. Di dalam tim proyek ada ahli materi pelajaran
(UKM) dan staf yang memiliki pengetahuan penting tentang hubungan bisnis lintas fungsi dan
pengalaman sistem warisan lama. Sehubungan dengan tim ini ada operasional
unit bisnis (OBU), masing-masing dengan tim manajemen perubahan ERP sendiri, yaitu
bertanggung jawab untuk melaksanakan perubahan dan pelatihan kerja.11 Tim ERP di RR dapat
diklasifikasikan menjadi tiga kategori: budaya, bisnis, dan teknis.
Tantangan tim budaya adalah mengatasi masalah yang bersumber dari
apakah SAP (1) akan diterima oleh pengguna di seluruh perusahaan dan (2) akan diterima atau tidak
menyediakan fungsionalitas yang serupa dengan sistem lawas sebelumnya. Tim budaya memutuskan untuk
mengilustrasikan manfaat bagi perusahaan secara keseluruhan untuk mengatasi kekhawatiran. Mereka melakukannya dengan cara
melatih individu di seluruh RR. Pengguna spesialis dilatih, dan mereka, pada gilirannya, dilatih
pengguna ahli. Seiring dengan pertemuan dan presentasi, mereka memungkinkan pengguna untuk memahami sepenuhnya
dan memanfaatkan fungsionalitas.
Tim bisnis harus mengatasi masalah yang bersumber dari fakta itu
SAP membutuhkan struktur proses bisnis yang kaku yang membutuhkan implementasi vanilla.
Ini berarti bahwa praktik kerja di RR harus diubah untuk memenuhi fungsi
tuntutan nasional SAP. Tim bisnis menggunakan proses pemetaan dari prosedur saat ini
dan memetakannya kembali untuk menunjukkan bagaimana mereka harus diubah secara organisatoris
untuk memenuhi permintaan SAP. Secara keseluruhan, modifikasi mahal pada perangkat lunak SAP itu
dihindari.
Tim teknis harus mengatasi masalah terutama untuk menghindari kemungkinan
data tidak akurat. Tantangan utama mereka adalah membersihkan data selama migrasi. Tuan Uwe
Koch, pimpinan teknis di RR, mengatakan: “Kami belum mencapai semua target kami dan masih belum
selesai membersihkan data. Kami berada dalam periode stabilisasi. Menyediakan cukup banyak orang
untuk tugas-tugas ini sulit. ”12 Data harus disaring dan disimpan sambil menghindari du-
plication — perhatian utama untuk RR. RR membangun antarmuka dengan sistem lama untuk
beberapa keadaan khusus, jadi beberapa sistem lama tidak langsung offline.
Antarmuka mengharuskan data diambil dari sistem warisan sebelumnya, yang tentu saja
berarti itu harus akurat setelah dijalankan ke SAP. Ini karena laporannya
yang dihasilkan dari SAP haruslah tepat. Ini dilakukan dengan memvalidasi data sebelumnya
memasukkannya ke gudang data SAP. Sistem memerlukan beberapa "proses" mingguan melalui a
Server UNIX, yang menjembatani data dari sistem lama.
Peluncuran sistem adalah tantangan teknis lainnya. ERP dirancang dalam tiga
fase, di mana tahap ketiga sebenarnya adalah "implementasi". Pelaksanaan
dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama difokuskan pada penggantian warisan
sistem. Gelombang kedua dilakukan untuk mengimplementasikan elemen sisa seperti logistik
tics dan sumber daya manusia yang tidak dikonversi sampai gelombang pertama benar-benar berhasil.
Tim implementasi di RR, termasuk personel EDS dan konsultan SAP,
mengidentifikasi masalah yang terkait dengan penerapan SAP sebagai ERP untuk perusahaan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi masalah yang akan menghambat dan mungkin menyebabkan
implementasi gagal. Oleh karena itu, upaya implementasi yang baik dilakukan
bisa jadi. Kasus ini tentunya menjadi bukti positif bahwa memiliki ERP yang solid dan berwawasan luas
tim pelaksana yang dapat mengantisipasi masalah selama implementasi, sambil meletakkan
ke depan strategi yang solid, adalah kunci sukses. RR terus melihat ke depan untuk mengadopsi
baru teknologi, metodologi, dan proses untuk membawanya ke tingkat berikutnya.


CASE QUESTIONS : 

1. Apa pendapat Anda tentang proyek implementasi ERP RR? Apakah mereka memilih yang benar

strategi implementasi?

jawab : 

Proyek implementasi ERP Roll Royce direncanakan dengan baik dan mencakup masalah budaya, bisnis, serta teknis. Rencana menyeluruh memungkinkan Roll Royce mengurangi risiko penerapan ke tingkat minimum dan meningkatkan peluang keberhasilan.

Roll Royce dengan tepat menerapkan pendekatan implementasi langkah demi langkah alih-alih pendekatan big-band. Proyek Roll Royce SAP mencakup tiga fase dan dilaksanakan secara berurutan untuk mengurangi risiko dan biaya kegagalan.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


2. Diskusikan faktor penentu keberhasilan dari strategi implementasi RR dan perannya

UKM dalam proyek tersebut.

jawab :

Faktor penentu keberhasilan adalah elemen utama yang harus dipenuhi agar proyek berhasil dilaksanakan. Resistensi organisasi terhadap perubahan adalah salah satu faktor penentu keberhasilan. Ini mengukur tentang tingkat penerimaan karyawan Roll Royce terhadap proyek implementasi SAP R / 3. Sebaliknya, jika karyawan memprediksi SAP akan mengubah proses bisnis yang ada secara dramatis tanpa menghasilkan manfaat yang signifikan atau memengaruhi posisi karyawan, maka resistensi tingkat tinggi dapat dihasilkan. Selain itu, staf internal RR akan menghasilkan resistensi tingkat tinggi jika sistem SAP baru tidak dapat memenuhi proses bisnis saat ini.
Pendekatan implementasi dua gelombang RR memberikan peluang keberhasilan yang lebih tinggi.
Peran UKM adalah memberikan pengetahuan tentang proses bisnis saat ini dari berbagai fungsi dan unit bisnis yang berbeda.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


3. Saran apa yang dapat Anda berikan kepada tim teknis RR tentang pendekatan mereka dalam bermigrasi

sistem warisan dengan perangkat lunak SAP?

jawab : 

Roll Royce mengurangi biaya implementasi dengan memodifikasi proses bisnis saat ini agar sesuai dengan praktik terbaik SAP. Proses bisnis yang sangat terstandarisasi dapat membantu Roll Royce mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi produksi. Karenanya, Roll Royce direkomendasikan untuk meninjau sistem R&D SAP sebelum memigrasi sistem lama yang ada.



Tugas Individu-7 TECHNOPRENEUR