Rabu, 10 Mei 2023

Rancangan Personal Selling

Technopreneur - Personal Selling



Hai saya Arcadius Obaja, dan saya adalah seorang Desainer grafis dan Video Maker.

Tawaran untuk anda : 

Saya akan menawarkan penjualan saya dalam bentuk jasa berupa jasa membuat logo, poster, banner, dan hal-hal berkaitan dengan desain serta hal-hal berkaitan dengan video. 

Penawaran special untuk kalian yang memesan jasa desain, harga sudah termasuk biaya cetak jadi kalian tidak perlu repot-repot mencetak. 

dan berikut portofolio saya :



untuk lebih lengkap bisa check di, Instagram saya

Target Income dari hasil penjualan: 

Dengan sebatas pengetahuan saya dan juga portofolio saya sebagai seorang Desainer Grafis dan Video Maker, saya mematok harga mulai dari : 

Pembuatan Logo :  Rp 50.000,- 
Pembuatan Desain lain-lain mulai dari Rp 30.000,- (hanya untuk jasa pembuatan)
Pembuatan Script Video : Rp 20.000,-
Editing Video mulai dari Rp 20.000,- 

dari penawaran harga diatas kemungkinan income yang saya dapat berkisar di Rp 200.000,- saja

Rencana Usaha :

Mulai dari konsep usaha bersifat OBRJ (Order Bayar Revisi Jadi) yang akan saya jabarkan dibawah ini : 

Order : Order melalui pesan teks whatsapp lalu akan dilakukan diskusi untuk konsep dan rancangan dari jasa yang dipesan karena rancangan menentukan harga dari pemesanan

Bayar : Setelah deal dari rancangan konsep, sebelum ke proses eksekusi diharapkan melakukan pembayaran terlebih dahulu 

Jadi  : pemesan sudah dapat memakai desain yang sudah dibuat jika ada kurang kepuasan dengan hasil jadi dapat di revisi tanpa tambahan biaya

untuk proses marketing akan saya lakukan lewat media online, saya akan menyebarkan poster-poster dan juga membuat sebuah video untuk menawarkan jasa saya 

berkaitan dengan harga-harga yang sudah saya jabarkan diatas, harga tersebut merupakan harga yang saya patok menimbang kemampuan, portofolio, waktu, ide, dan juga tools serta gear yang saya gunakan. 

  


Selasa, 11 April 2023

Mindset & Jiwa Technopreneur



1. Technopreneur

If you just work on stuff that you like and you’re passionate about, you don’t have to have a master plan with how things will play out.- Mark Zuckerberg (Facebook Founder)

Technopreneur gabungan dari kata Technology & Enterpreneur, dimana Technology sendiri merupakan pengaplikasian dari ilmu pengetahuan sedangkan Entrepreneur sendiri merupakan adalah yang mewujudkan adanya Technology. 

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, Technology ada karena Enterpreneur dan dua hal tersebut saling berkaitan. 

Untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa melihat video dibawah : 



Sandiaga Uno pernah berkata Entrepreneurship itu bukan profesi tapi Entrepreneurship itu adalah Mindset, untuk lebih jelasnya bisa melihat video dibawah ini :


2. Seorang Technopreneur 

Berikut adalah contoh-contoh orang-orang yang mampu mendirikan sebuah startup dan memiliki jiwa Technopreneur sejati: 

1. Larry Page & Sergey Brin, Penguasa Internet



Dua orang yang merubah dunia, para founder Google yang sekarang menjadi perusahaan dibidang teknologi terbesar di dunia. 

Keduanya masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Kekayaan bersih Larry Page dan Sergey Brin juga sangat besar.

Walau mereka merupakah Founder dari Google, Keduanya sudah meninggalkan Google sejak tahun 2019. Larry Page dan Sergey Brin akhirnya memutuskan untuk mengambil alih Alphabet, induk perusahaan Google dan sejumlah perusahaan besar lainnya. 


2. Arie Je, Anak muda visioner 



Arie Je merupakan founder dari Froyonion sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kreatif, dimana perusahaan Foryonion banyak memberi motivasi-motivasi bahwa Anak muda harus kreatif. 

Arie je juga seorang professional lovillustrator dan baru-baru ini udah nerbitin buku Keset Kusut.

Sebagai orang yang bergerak di industri kreatif, Arie je tidak pernah habis ide untuk membuat video-video yang memberikan gerakan kreatifitas abstrak anak muda.

Apa kreativitas bisa menyelesaikan perang, di mana bahkan uang yang sejatinya hanya kertas hasil cetakan beda negara tidak mampu menyelesaikannya - Arie Je 

Arie sendiri bilang kalo kreatif itu ketika kita mampu menanggapi masalah dengan sebuah jalan keluar atau kata lainnya, kreatif itu bisa bikin solusi.


3. Masalah Lingkungan Sekitar 

Permasalahan seorang Technopreneur disekitar saya adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat dan persaingan yang ketat. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin detik bertambah Teknologi semakin berkembang disinilah banyak permasalahan seorang enterpreneurship untuk menyesuaikan perkembangan tersebut. Dilain sisi perkembangan, persaingan pun juga tidak dapat dihindari dimana jika seorang enterpreneurship tidak segera menyesuaikan diri dengan teknologi tersebut maka persaingannya akan jauh lebih sulit.

Manusia modern akan selalu menjadi manusia yang bergantung dengan teknologi. Tetapi manusia yang bersikap sederhana dan produktif, akan menjadi orang yang mudah dan berhasil. - Baro Indra

4. Mindset untuk pemecah masalah 


Sebagai seorang yang memiliki mindset Technopreneur permasalahan diatas bukan lah hambatan yang serius, dimana permasalahan tersebut bisa dikaji dan bisa ditemukan jalan keluar nya jika kita ingin membuat sebuah usaha. 

  • Kreatif dan inovatif:

Seorang technopreneur harus memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk atau jasa teknologi.

  • Berani mengambil resiko:

Seorang techno entrepreneur harus berani mengambil resiko dan berani mencoba hal baru dalam teknologi. Mereka harus percaya pada visi mereka dan bersedia mengambil tanggung jawab atas keputusan mereka.

  • Fokus pada solusi:

Seorang technopreneur harus fokus pada solusi, bukan hanya pada produk atau layanan teknologi yang mereka kembangkan. Mereka perlu menemukan cara untuk memecahkan masalah yang dialami pengguna dengan teknologi yang mereka kembangkan.

  • Keterampilan teknis:

Seorang technopreneur harus memiliki keterampilan teknologi dan memahami perkembangan terbaru dalam industri teknologi.

  • Personalisasi:

Pengusaha teknologi harus selalu berpusat pada pelanggan dan memahami kebutuhan dan keinginan mereka saat mengembangkan produk atau layanan teknologi.

  • Jaga semangat pantang menyerah:

Seorang technopreneur harus memiliki semangat dan keinginan yang kuat untuk terus    belajar, mengembangkan dan meningkatkan produk atau layanan teknologi yang dikembangkannya.

Dengan menerapkan mindset diatas, perkembangan teknologi dan persaingan yang ketat dapat dilawan dengan mudah.

5. Bidang Kreatif harus berkembang


Jika berbicara soal Startup yang ingin saya rintis karena saya sendiri memiliki kemampuan untuk terjun ke industri kreatif saya ingin membuat sebuah Startup seperti Froyonion yang sejalan dengan minat dan bakat saya.

Membuat startup dengan nama "O-Kreativition" yang bergerak di industri Kreatif seperti konten kreator, desain, videography, fotography bahkan keranah Web Developer. 

dimana saya ingin membuat startup yang bisa mengembangkan minat dan bakat anak-anak muda yang bergerak dibidang yang sama dan mengenalkan Indonesia, bahwa Indonesia adalah negara yang bukan hanya kaya akan Seni Tradisional namun juga dengan Seni Digital nya.

Walau sekarang dunia sudah bertebaran dengan konsep AI , saya memiliki mimpi untuk mengatakan bahwa manusia jauh lebih jenius daripada AI.





Senin, 11 Oktober 2021

Permasalahan Sistem Informasi Akutansi dalam Perusahaa

 Permasalahan Sistem Informasi Akuntansi dalam Perusahaan



   Disusun Oleh Arcadius Obaja Naarie (1204200015)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

1. Pendahuluan 

Pengertian

Sitem Informasi Akuntansi adalah sistem yang dirancang untuk mengumpulkan dan menampilkan informasi akuntansi sehingga akuntan dan eksekutif perusahaan dapat membuat keputusan yang tepat.

Sistem ini sebagian besar berbasis perangkat lunak dan dapat diterapkan sebagai bagian dari solusi teknologi informasi perusahaan.

Sistem Informasi Akuntansi sangat penting untuk sebuah perusahaan karena mengandung sebuah proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat dan benar untuk semua pihak yang membutuhkan. 




Fungsi 

1. Tranparansi dalam Pengumpulan Data Bisnis
Sistem Informasi Akuntansi berperan sebagai media atau wadah untuk mengumpulkan dan menyimpan berbagai informasi berupa data berkaitan dengan bisnis perusahaan. 

2. Sebagai Sistem Kengambilan Keputusan yang Komprehensif
Sistem Informasi Akuntansi berperan sebagai penyedia keuangan yang mana menjadi dasar pertimbanga dalam mengambil sebuah keputusan.

3. Membangun Sistem Pengendalian Internal yang Sistematis
Sistem Informasi Akuntansi berperan menciptakan sistem pengendalian internal yang memadai dan sesuai dengan prosedur perusahaan.

2. Permasalahan Dalam Perusahaan 

Studi Kasus pada PT. Astra Internasional 

1. Sistem Penjualan PT. Astra Internasional- Daihatsu Sales Operation 

Sistem penjualan yang dilakukan oleh PT Astra Internasional -Daihatsu Sale Operation adalah sistem penjualan Tunai dan Kredit akan tetapi karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan pusat , maka sistem penjualan yang paling banyak dilakukan adalah melalui sistem penjualan kredit ke dealer, Fleet User (perusahan), Pemerintah. Untuk penjualan kredit perusahaan ini bekerja sama dengan ACC dan bank, tujuan nya tak lain untuk mengurangi resiko yang cukup tinggi seperti piutang yang tak tertagih. Untuk penjualan dealer yang bekerja sama dengan bank disebut dengan program dealer financing.

2. Peranan SISTEM INFORMASI AKUNTANSI terhadap Peningkatan Efektifitas Pelaksanaan Pengendalian Intern Penjualan

PT Astra International- Daihatsu Sales Operation  telah memiliki sistem informasi akuntansi penjualan yang sangat baik dan memadai, hal ini tercermin dari kemampuan Perusahaan tesebut dalam menciptakan : 

- Efektifitas dalam pelaksanaan pengendalian intern penjualannya.

Kemampuan PT Astra International- Daihatsu Sales Operation  untuk menciptakan efektifitas dalam pelaksanaan pengendalian intern ini didukung dengan digunakannya sistem informasi akuntansi yang sudah terkomputerisasi dan bersifat online  disamping itu pula menggunakan fasilitas internet dalam setiap kegiatan operasionalnya. dengan tersedianya sistem informasi akuntansi yang terkomputerisasi dan bersifat online serta fasilitas internet ini, telah memberi kemudahan bagi setiap karyawan PT.Astra International-Daihatsu Sales Operation di dalam melakukan komunikasi dan mendapatkan informasi dari cabang-cabangnya (efektifitas dalam melakukan komunikasi dan memperoleh informasi), misalnya saja dalam melakukan perpindahan unit secara sistem ke cabang-cabangnya (Cetak IRIS) PT. Astra International-Daihatsu Sales Operation pusat menggunakan fasilitas internet yaitu melalui e-mail mengirimkan informasi bahwa telah dilakukan pengiriman unit ke cabang.

- Efektifitas dalam melakukan kegiatan operasionalnya. 

Karena di dalam setiap bagian tidak terdiri atas satu personil saja, tetapi terdiri atas beberapa personil sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat tanpa ada terjadinya penumpukan pekerjaan dan dapat menghindari tindakan kecurangan (menjaga integritas dari para karyawan). Dari hal diatas dapat dikatakan bahwa sistem informasi akuntansi penjualan yang dimiliki oleh PT. Astra International-Daihatsu Sales Operation mampu meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengendalian intern yang mencakup unsur : lingkungan pengendalian, penaksiran resiko, aktivitas pengendalian, komunikasi dan informasi serta pemantauan.


Pada akhirnya dengan sistem informasi akuntansi yang baik dan memadai maka tujuan dari sistem informasi akuntansi akan dapat tercapai. Dimana tujuan dari Sistem informasi akuntansi adalah : 

1. Untuk mendukung manajemen dalam mengambil keputusan, apabila tidak adanya sistem informasi akuntansi maka akan sulit untuk membuat manajemen yang memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.

2. Untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan hari perhari, jika tidak adanya sistem informasi akuntansi maka terjadi kurangnya kefektifan dan kefisienan dalam personil, dan kemungkinan akan terjadinya kesalahan data apalagi perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang sangat besar. 

3. Daftar Pustaka 

H. Moermahadi, Yonathan. 2007. "Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dalam Efektivitas Pelaksanaan Pengendalian Intern Penjualan", KATA PENGANTAR (researchgate.net), diakses pada 11 Oktober 2021, 15.16 

Sujud. 2014. "Sistem Informasi Akuntansi pada Toko Buku Kinokuniya", Sujud Ganda Saputra: Sistem Informasi Akuntansi pada Contoh Kasus Toko Buku Kinokuniya, diakses pada 11 oktober 2021, 15.00


 




    

Minggu, 10 Oktober 2021

Pengenalan Pemrograman Berbasis Objek

 1. Pengenalan JAVA 



Mengapa Harus Java??


1. Pemrograman berorientasi objek yang sederhana dan familiar
2. Arsitektur netral (platform independen)
3. Open Source
4. Peringkat ketiga dalam Indeks TIOBE (September 2021)
5. Bahasa pemrograman standar De-Facto dalam pendidikan

Apa itu Bahasa Pemrograman ?? 




Komputer bekerja seperti switching dan hanya mengenal 0 dan 1, karena manusia tidak paham ataupun berbicara menggunakan bahasa 0 dan 1, perlu adanya bahasa pemrograman sebagai perantara percakapan antara manusia dan komputer.

Bahasa pemrograman diubaha kedalam bahasa yang dipahami oleh komputer dengan menggunakan Interpreter atau Compiler.

-> Compiler 

Mengkompilasi source code menjadi bentuk file yang bisa dieksekusi 

->Interpreter

Mengkompilasi dan menjalankan source code secara langsung


Cara kerja Compiler dan Interpreter


Bahasa Java 


Bahasa Java merupakan salah satu dari Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi.

 Paradigma Pemrograman 

Sudut pandang dan style pemrograman berhubungan dengan bagaimana sebuah masalah diformulasikan dalam bahasa pemrograman. 

-> Funtional Programming : Urutan fungsi secara sekuensial ( Scheme, Lisp )
-> Procedural Programming : Pemecahan masalah berdasarkan prosedural kerja yang terkumpul dalam unit pemrograman bernama fungsi ( C, Pascal )
-> Object- Oriented Programming : Koleksi object yang saling berinteraksi. Class adalah unit pemrograman ( Java, C#, C++ )

2. Java Development Tools 

-> JDK

sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan proses kompilasi dari kode java ke bytecode yang dapat dimengerti dan dapat dijalankan oleh JRE (Java Runtime Envirotment). JDK wajib terinstall pada komputer yang akan melakukan proses pembuatan aplikasi berbasis java, namun tidak wajib terinstall di komputer yang akan menjalankan aplikasi yang dibangun dengan java. 

-> JRE (Java Runtime Envirotment )

sebuah paket aplikasi yang berisi JVM (Java Virtual Machine) serta beberapa library kode program tambahan yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi Java.

-> JVM ( Java Virtual Machine ) 

mesin yang menyediakan lingkungan runtime untuk menjalankan kode dalam aplikasi Java. Mesin ini mengubah bytecode Java menjadi bahasa mesin.


> Compiler (interpreter) > JDK = Java Standard Edition (JSE)
> Text Editor  = Textpad, Notepad++, Sublime Text, dsb
> Integrated Development Environment  (IDE) = Neatbeans, Eclipse, Jcreator, Visual Studio Code, IntellijIDEA, dsb

3. Contoh Aplikasi JAVA 

Web-Based Applications

Java menyediakan keamanan tinggi dan pengkodean sederhana, dua elemen yang menarik pengembang aplikasi web. Servlets, Struts, dan JSP memberikan dukungan efektif untuk aplikasi web dan menawarkan potensi untuk mengembangkan program apa pun yang dibutuhkan. Selain itu, platform e-niaga sumber terbuka seperti Broadleaf membuat perancangan aplikasi e-niaga menjadi tugas yang sederhana.


contoh : 

TWITTER



Twitter sangat bergantung pada perangkata lunak sumber terbuka. Antarmuka WebTwitter menggunakan kerangka kerja Ruby On Rails, dan peningkat kinerja Ruby Enterprise Edition milik Ruby. Pada awal pengoperasian Twitter, kicauan pengguna disimpan dalam basis data MYSQL, yang dibagi menurut waktu pemostingan. Namun, penyimpanan pada MySQL ini menimbulkan masalah dalam membaca ataupun menulis di Twitter, dan perusahaan lalu memutuskan untuk merombak sistem.Pada 6 April 2011, para teknisi di Twitter menyatakan bahwa mereka telah beralih dari Ruby on Rails ke server Java yang mereka sebut Blender.


Minggu, 04 April 2021

CASE 1.2 Real-World Case

 REAL-WORLD CASE

Rolls Royce’s ERP Implementation


Rolls Royce (RR) adalah perusahaan global dengan beberapa divisi di lebih dari 14 negara.
Ini beroperasi di empat pasar global: dirgantara sipil, dirgantara pertahanan, kelautan, dan energi
Pada tahun 1996, Rolls Royce mengalihkan 90 persen dari fungsi IT-nya ke kontraktor yang dipanggil
Electronic Data Services (EDS), artinya EDS bertanggung jawab untuk mengawasi
struktur TI yang ada serta memberikan solusi TI yang memadai untuk kemakmuran masa depan
perusahaan.10 RR menggunakan lebih dari 1.500 sistem lama (mainframe) yang tidak akurat,
mahal untuk dioperasikan, dan sulit dirawat.
Kebutuhan akan sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) telah dicatat akhir-akhir ini
1990-an di RR untuk menangani volume data yang diproduksi dan diproses dari yang baru
akuisisi dan pertumbuhan keseluruhan yang dialami oleh perusahaan. Pada 2001, RR memutuskan itu
SAP / R3, platform ERP yang terdiri dari 12 modul fungsional, akan diimplementasikan di
divisi kedirgantaraannya. Ada banyak tantangan yang harus diatasi oleh RR
agar implementasi berhasil terjadi.
Untuk mengatasi tantangan yang dihadirkan, RR harus memiliki tim IT yang hebat
dengan strategi implementasi yang layak. Proyek ERP terdiri dari tim manajemen
spesialis dari EDS yang kemudian mempekerjakan konsultan SAP untuk menyediakan teknis khusus
membantu penerapannya. Di dalam tim proyek ada ahli materi pelajaran
(UKM) dan staf yang memiliki pengetahuan penting tentang hubungan bisnis lintas fungsi dan
pengalaman sistem warisan lama. Sehubungan dengan tim ini ada operasional
unit bisnis (OBU), masing-masing dengan tim manajemen perubahan ERP sendiri, yaitu
bertanggung jawab untuk melaksanakan perubahan dan pelatihan kerja.11 Tim ERP di RR dapat
diklasifikasikan menjadi tiga kategori: budaya, bisnis, dan teknis.
Tantangan tim budaya adalah mengatasi masalah yang bersumber dari
apakah SAP (1) akan diterima oleh pengguna di seluruh perusahaan dan (2) akan diterima atau tidak
menyediakan fungsionalitas yang serupa dengan sistem lawas sebelumnya. Tim budaya memutuskan untuk
mengilustrasikan manfaat bagi perusahaan secara keseluruhan untuk mengatasi kekhawatiran. Mereka melakukannya dengan cara
melatih individu di seluruh RR. Pengguna spesialis dilatih, dan mereka, pada gilirannya, dilatih
pengguna ahli. Seiring dengan pertemuan dan presentasi, mereka memungkinkan pengguna untuk memahami sepenuhnya
dan memanfaatkan fungsionalitas.
Tim bisnis harus mengatasi masalah yang bersumber dari fakta itu
SAP membutuhkan struktur proses bisnis yang kaku yang membutuhkan implementasi vanilla.
Ini berarti bahwa praktik kerja di RR harus diubah untuk memenuhi fungsi
tuntutan nasional SAP. Tim bisnis menggunakan proses pemetaan dari prosedur saat ini
dan memetakannya kembali untuk menunjukkan bagaimana mereka harus diubah secara organisatoris
untuk memenuhi permintaan SAP. Secara keseluruhan, modifikasi mahal pada perangkat lunak SAP itu
dihindari.
Tim teknis harus mengatasi masalah terutama untuk menghindari kemungkinan
data tidak akurat. Tantangan utama mereka adalah membersihkan data selama migrasi. Tuan Uwe
Koch, pimpinan teknis di RR, mengatakan: “Kami belum mencapai semua target kami dan masih belum
selesai membersihkan data. Kami berada dalam periode stabilisasi. Menyediakan cukup banyak orang
untuk tugas-tugas ini sulit. ”12 Data harus disaring dan disimpan sambil menghindari du-
plication — perhatian utama untuk RR. RR membangun antarmuka dengan sistem lama untuk
beberapa keadaan khusus, jadi beberapa sistem lama tidak langsung offline.
Antarmuka mengharuskan data diambil dari sistem warisan sebelumnya, yang tentu saja
berarti itu harus akurat setelah dijalankan ke SAP. Ini karena laporannya
yang dihasilkan dari SAP haruslah tepat. Ini dilakukan dengan memvalidasi data sebelumnya
memasukkannya ke gudang data SAP. Sistem memerlukan beberapa "proses" mingguan melalui a
Server UNIX, yang menjembatani data dari sistem lama.
Peluncuran sistem adalah tantangan teknis lainnya. ERP dirancang dalam tiga
fase, di mana tahap ketiga sebenarnya adalah "implementasi". Pelaksanaan
dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama difokuskan pada penggantian warisan
sistem. Gelombang kedua dilakukan untuk mengimplementasikan elemen sisa seperti logistik
tics dan sumber daya manusia yang tidak dikonversi sampai gelombang pertama benar-benar berhasil.
Tim implementasi di RR, termasuk personel EDS dan konsultan SAP,
mengidentifikasi masalah yang terkait dengan penerapan SAP sebagai ERP untuk perusahaan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi masalah yang akan menghambat dan mungkin menyebabkan
implementasi gagal. Oleh karena itu, upaya implementasi yang baik dilakukan
bisa jadi. Kasus ini tentunya menjadi bukti positif bahwa memiliki ERP yang solid dan berwawasan luas
tim pelaksana yang dapat mengantisipasi masalah selama implementasi, sambil meletakkan
ke depan strategi yang solid, adalah kunci sukses. RR terus melihat ke depan untuk mengadopsi
baru teknologi, metodologi, dan proses untuk membawanya ke tingkat berikutnya.


CASE QUESTIONS : 

1. Apa pendapat Anda tentang proyek implementasi ERP RR? Apakah mereka memilih yang benar

strategi implementasi?

jawab : 

Proyek implementasi ERP Roll Royce direncanakan dengan baik dan mencakup masalah budaya, bisnis, serta teknis. Rencana menyeluruh memungkinkan Roll Royce mengurangi risiko penerapan ke tingkat minimum dan meningkatkan peluang keberhasilan.

Roll Royce dengan tepat menerapkan pendekatan implementasi langkah demi langkah alih-alih pendekatan big-band. Proyek Roll Royce SAP mencakup tiga fase dan dilaksanakan secara berurutan untuk mengurangi risiko dan biaya kegagalan.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


2. Diskusikan faktor penentu keberhasilan dari strategi implementasi RR dan perannya

UKM dalam proyek tersebut.

jawab :

Faktor penentu keberhasilan adalah elemen utama yang harus dipenuhi agar proyek berhasil dilaksanakan. Resistensi organisasi terhadap perubahan adalah salah satu faktor penentu keberhasilan. Ini mengukur tentang tingkat penerimaan karyawan Roll Royce terhadap proyek implementasi SAP R / 3. Sebaliknya, jika karyawan memprediksi SAP akan mengubah proses bisnis yang ada secara dramatis tanpa menghasilkan manfaat yang signifikan atau memengaruhi posisi karyawan, maka resistensi tingkat tinggi dapat dihasilkan. Selain itu, staf internal RR akan menghasilkan resistensi tingkat tinggi jika sistem SAP baru tidak dapat memenuhi proses bisnis saat ini.
Pendekatan implementasi dua gelombang RR memberikan peluang keberhasilan yang lebih tinggi.
Peran UKM adalah memberikan pengetahuan tentang proses bisnis saat ini dari berbagai fungsi dan unit bisnis yang berbeda.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


3. Saran apa yang dapat Anda berikan kepada tim teknis RR tentang pendekatan mereka dalam bermigrasi

sistem warisan dengan perangkat lunak SAP?

jawab : 

Roll Royce mengurangi biaya implementasi dengan memodifikasi proses bisnis saat ini agar sesuai dengan praktik terbaik SAP. Proses bisnis yang sangat terstandarisasi dapat membantu Roll Royce mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi produksi. Karenanya, Roll Royce direkomendasikan untuk meninjau sistem R&D SAP sebelum memigrasi sistem lama yang ada.



Sabtu, 27 Maret 2021

SISTEM ENTERPRISE

 Review Pertanyaan ERP


1. Apa perbedaan dari Area Fungsional dan Proses Bisnis?

Jawab : 

  • Area Fungsional adalah  fungsi khusus agar perusahaan/bisnis dapat berfungsi secara efisien.
Area Fungsional terdiri dari Marketing and sales, Supply chain management, Accounting and finance, dan Human Resource. 

  • Proses Bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu).

2. Menurut Anda apakah ERP itu dibutuhkan?

Jawab : 

ERP sangat dibutuhkan karena ERP dipergunakan untuk mengelola proses bisnis yang telah dibuat standarisasinya, agar berjalan sesuai dengan yang telah ditargetkan, dengan cara mengelola data secara sentral sehingga hanya perlu sekali saja memasukan data untuk selanjutnya dimanfaatkan oleh berbagai proses bisnis di dalam perusahaan.

karena hal tersebut supaya perusahaan/bisnis bisa dikelola secara efisien, dan dapat mengikuti perkembangan jaman.

3. Bagaimana Implementasinya ? 

Jawab : 

    1. Studi Kelayakan

Tahap ini bertujuan mengidentifikasi masalah dan peluang melalui proses yang sistematik serta memberi gambaran situasi dan menentukan hasil akhir. Persiapkan dan definisikan secara jelas agar anda yakin untuk ketahap lanjut.

    2. Peningkatan Proses bisnis 

Sebelum mengimplementasikan ERP, alangkah baiknya memperbaiki/meningkatkan proses bisnis 

    3. Seleksi Vendor 

Ini merupakan tahap paling awal namun paling krusial. Setiap vendor sistem akan menawarkan produknya dengan teknologi yang berbeda dan tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing. Seringkali pernilaian untuk memilih vendor ini menjadi bias karena harga yang murah atau sekedar demo sistem yang terlihat menjanjikan.

    4. Kekuatan Tim 

Setelah selesai dengan proses pemilihan vendor, selanjutnya perlu dibentuk tim implementasi sistem. Tim ini terdiri dari perwakilan pihak perusahaan dan pihak vendor yang akan saling bekerja sama selama tahap persiapan dan implementasi sistem. Setiap anggota tim ini harus mempunyai hirarki, tugas dan wewenang yang jelas. Dari tim implementasi inilah proses perencanaan implementasi sitem dimulai. 

    5. Harapan Managemen

Pengelolaan ekspektasi ini penting untuk memastikan sistem yang akan diimplementasikan dapat memenuhi harapan para pemangku kepentingan di perusahaan. Ekspektasi ini bisa jadi berbeda pada setiap level pengguna sistem di perusahaan dan bisa jadi saling bertolak belakang. 

4. Siapa Yang Bertanggung jawab?

Jawab : 

  • Manajemen Proyek Internal : mitra implementasi ERP akan menyediakan sumber daya manajemen proyek untuk memandu pengimplementasian melalui proyek 

  • Supers Users : untuk setiap area fungsional implementasi ERP Software Anda ( keuangan, penjualan , logistik dll ) . Super users akan bertanggung jawab untuk pelatihan koordinasi , pengujian pengguna dan umpan balik dalam departemen mereka .

  • Administrasi :  Sistem administrator akan bertanggung jawab untuk tugas administratif harian ERP Software menyiapkan pengguna baru , dukungan dasar untuk permintaan pengguna,otorisasi pengguna dan pelaporan .

  • Partisipasi manajemen Senior : supaya sistem anggaran mana pun menjadi lebih efektif dalam memotivasi pembuatanggaran.




Sabtu, 20 Maret 2021

TUGAS SISTEM ENTERPRISE 1

KEDAI KOPI DARI PAGI


Proses Bisnis dalam Kedai Kopi : 

Marketing and Sales

Supply Chain Management

Accounting and Finance

Human Resources

Melakukan big promo, pada grand opening, dan pada hari-hari besar

Membeli bahan baku mentah, dan alat-alat untuk produksi

Membuat Pembukuan dan laporan keuangan secara digital

Perekrutan Karyawan( Barista, Pegawai Kasir, Pelayan)

Pengelolaan Harga jual yang mampu menutupi biaya produksi

Malakukan negosiasi dengan pemasok bahan (Petani kopi)

Menjadi penghubung dengan pihak ketiga (Investor)

Melakukan pelatihan karyawan, serta memberikan Achievment bagi pegawai teladan

Menentukan target pasar (kalangan remaja)

Menjalin hubungan  baik dengan pemasok serta partner-partner lain

Memperkirakan dan meminimalisir kelebihan dana, pada penyewaan tempat, dan biaya produksi

Mengatur pembagian gaji karyawan

Menerima pesanan (Dapat dilakukan ditempat atau secara online)

Memastikan kosistenitas penggunaan bahan baku dalam resep

Pembayaran pemasok

Mengatur jadwal karyawan

 

SISTEM INFORMASI :

Marketing and Sales

Supply Chain Management

Accounting and Finance

Human Resources

Menerim data pesanan baik online maupun offline

Pendataan kelengkapan bahan baku dan pendataan alat 

Merekap pemasukan dan pengeluaran, serta laporan keuangan 

Pendataan absensi karyawan dan kinerja karyawan 











Area Fungsional Sistem Informasi terdapat beberapa hal didalamnya, antara lain:

  • Input dan Output untuk setiap area fungsional
  • Mencatat jenis data yang dibutuhkan oleh masing-masing area
  • Sistem Informasi memlihara hubungan antara semua area dan proses fungsional

1. Marketing and Sales

  • Membutuhkan informasi dari bidang fungsional lainnya.

  • Customer dapat memesan dengan cara datang langsung ke gerai, maupun melalui aplikasi. Lalu mencatat produk yang sering di pesan.

  • Memerlukan data dari Human Resource untuk bertukar informasi terkait dengan kebutuhan perekrutan, perlidungan hukum, izin usaha, dll.

  • Input yang diperlukan oleh M/S:

    • Data pesanan
    • Data pelanggan
    • Data trend penjualan
    • Statistik penjualan
    • Harga pokok per unit
  • Output yang dihasilkan:

    • Strategi penjualan
    • Kebijakan harga
    • Kebutuhan tenaga kerja
    • Data Pembayaran customer

2. Supply Chain Management 

  • Membutuhkan informasi dari beberapa area fungsional.

  • Rencana produksi perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang berdasarkan data marketing.

  • Perencanaan yang akurat dibutuhkan untuk:

    • Bahan baku dan bahan penolong sesuai dengan kebutuhan (menghindari stockout).
    • Tingkat persediaan yang tetap rendah untuk penghematan biaya persediaan (menghindari overstock).
  • Menelaah lebih lanjut data statistik penjualan dari divisi A/F untuk dapat menyesuaikan biaya.

  • Berinteraksi dalam beberapa hal dengan Human Resource.

  • Mencatat dan menyediakan data bagi Acct/Fin untuk pencatatan pemakaian sumber daya (bahan, mesin, tenaga kerja) dan kebutuhan analisa biaya.

  • Input yang diperlukan :

    • Data penjualan produk
    • Perencanaan produksi
    • Level persediaan
    • Kebijakan penambahan dan pengurangan tenaga kerja
  • Output yang dihasilkan:

    • Pemesanan bahan baku
    • Laporan pembelian dan produksi bahan baku
    • Data pemakai sumber daya
    • Data produksi dan persediaan

3. Accounting and Finance 


  • Membutuhkan informasi dari semua bidang fungsional.


  • Mencatat transaksi pada masing-masing buku account, seperti Sales, Penerimaan Kas, Penerimaan material, pengeluaran kas, biaya-biaya dan akhirnya mempersiapkan laporan keuangan.

  • Bagian lain menyediakan informasi terkait dengan data penjualan (M/S), data produksi dan persediaan (SCM), gaji dan kesejahteraan (HR), akurasi dan ketepatan waktu dari fungsi fungsi lain mempengaruhi akurasi dan ketepatan waktu penyajian laporan oleh Acct/Fin.

  • Mencatat data laporan pembelian bahan baku dan perawatan alat produksi.

  • Input yang diperlukan:

    • Data pembayaran customer
    • Data penjualan
    • Data produksi dan persediaan
    • Data pengupahan dan biaya
  • Output yang dihasilkan:

    • Data penjualan
    • Laporan keuangan
    • Pembayaran kepada pemasok

4. Human Resource 

  • Membutuhkan informasi dari bidang fungsional lain.

  • Melakukan tugas terkait dengan perekrutan, kesejahteraan, pelatihan, tata kelola yang sesuai dengan peraturan dan undang-undang.

  • Membutuhkan proyeksi kebutuhan tenaga kerja yang akurat dari bagian lainnya terkait dengan spesifikasi tenaga kerja untuk menentukan upah dan seberapa perusahaan mampu membayar karyawan.

  • Menyediakan data yang akurat dan tepat waktu sebagai laporan kepada manajemen.

  • Mengelola database kompetensi karyawan untuk kebutuhan promosi, kenaikan upah.

  • Input yang diperlukan:

    • Data skill
    • Data kebutuhan tenaga kerja
  • Output yang dihasilkan:

    • Pelatihan karyawan
    • Mengevaluasi kinerja karyawan dan memberhentikan karyawan
    • Mengatur rancangan gaji karyawan yang sesuai dengan tugas dan kontribusi bagi perusahaan
    • Databse keahlian
    • Data aturan dan ketentuan

KESIMPULAN : 

  • Sistem informasi menangkap, memproses, dan menyimpan data untuk memberikan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.

  • Sistem informasi area fungsional harus diintegrasikan, sehingga data yang dibagikan akurat dan tepat waktu.

  • Ketepatan waktu dan keakuratan data adalah penting untuk keberhasilan proses dimasing-masing area fungsional, sehingga mendukung operasional perusahaan, dan pertumbuhan dimasa mendatang.









Tugas Individu-7 TECHNOPRENEUR